Banyak sekali orang yang berceloteh dan membicarakan soal masalah korupsi di lingkup kelompok atau instansi. Walau membicara soal masalah korupsi, umumnya mereka hanya membicarakan masalah tersebut di area permukaan, bukan area yang lebih dalam soal sebab dan mengapa korupsi itu bisa terjadi?
Korupsi sendiri banyak terjadi karena adanya kesempatan untuk meraih keuntungan diranah yang tidak semestinya. Karena disebut mengambil kesempatan untuk meraih keuntungan, maka beberapa orang pun menganggap itu adalah hal wajar dan tak masalah jika dilakukan dalam lingkup kecil. Namun pada penerapannya, semakin sering kita melakukan hal tersebut, semakin sering pula kita merugikan orang lain.
Dengan persepsi tersebut, kita bisa menyimpulkan kalau korupsi adalah tindakan yang terjadi dimana pun. Asal ada kesempatan untuk meraih keuntungan dengan mengambil hak orang lain, maka korupsi pun terjadi. Jujur, sebagai penulis, saya mungkin pernah melakukan atau terlibat masalah korupsi dalam lingkup kecil. Tapi terlepasa daripada itu, saya menyadari kalau tindakan yang saya lakukan adalah tindakan yang salah dan merugikan suatu pihak.
Setelah menyadari kalau korupsi itu salah, saya pun mulai berbenah dan melakukan beberapa prinsip sederhana yang mampu menghindarkan saya dari masalah korupsi. Adapun prinsip yang dimaksud adalah:
1. Muhasabah – menyadari kalau apa yang ada di dunia ini hanya titipan dan akan kembali setelah kita mati
Sulit memang, namun bila dilakukan dengan sungguh-sungguh, prinsip ini akan benar-benar efektif untuk menghindarkan diri dari tindak korupsi. Selain itu, cara ini juga akan memberi pemahaman tentang buruknya korupsi dan kerugian yang dapat timbul setelah melakukan korupsi.
Sulit memang, namun bila dilakukan dengan sungguh-sungguh, prinsip ini akan benar-benar efektif untuk menghindarkan diri dari tindak korupsi. Selain itu, cara ini juga akan memberi pemahaman tentang buruknya korupsi dan kerugian yang dapat timbul setelah melakukan korupsi.
Pada pelaksanaannya, cara ini membutuhkan pembimbing untuk bisa mendapat hasil yang diinginkan.
Pembimbing di sini bisa berbentuk penasehat, guru, atau tokoh spiritual yang dinilai mampu membimbing kita untuk menyadari hakekat hidup.
Namun perlu digaris bawahi. Prinsip akan selalu menolong jika dilakukan dengan penuh kesungguhan dan istiqomah. Tapi jika kesungguhan dan ke-istiqomah-an itu hilang, maka hilanglah fungsi dan peran dari prinsip di atas. Oleh karena itu, di sini kita membutuhkan peran penasehat, guru, dan tokoh spiritual untuk selalu membimbing dan menjaga prinsip di atas.
2. Menghindari kondisi yang memungkinkan seseorang untuk melakukan korupsi, baik itu skala kecil atau pun besar
Korupsi baru akan terjadi jika kondisinya memungkinkan. Di luar itu, korupsi akan sangat sulit untuk dilakukan, terlebih untuk orang yang menerapkan betul nilai-nilai agama dan keadilan. Oleh karenanya, hindari kondisi yang memungkinkan seseorang untuk melakukan korupsi. Setelahnya, bekali diri Anda dengan agama dan nilai-nilai keadilan untuk menghindarkan diri dari perilaku korupsi.
Korupsi baru akan terjadi jika kondisinya memungkinkan. Di luar itu, korupsi akan sangat sulit untuk dilakukan, terlebih untuk orang yang menerapkan betul nilai-nilai agama dan keadilan. Oleh karenanya, hindari kondisi yang memungkinkan seseorang untuk melakukan korupsi. Setelahnya, bekali diri Anda dengan agama dan nilai-nilai keadilan untuk menghindarkan diri dari perilaku korupsi.
Namun perlu Anda ketahui! Menghindari kondisi ini sangatlah sulit, perlu ada pemahaman dan kesungguhan yang esktra kuat untuk menghindari korupsi.
Di sisi lain, iman Anda juga harus benar-benar kuat untuk melawan godaan yang mungkin ditawarkan dari perilaku korupsi.
3. Menghindarkan diri dari pihak-pihak yang mungkin terlibat dalam skandal korupsi, baiknya itu dalam skala kecil atau pun besar
Pelaku korupsi umumnya melakukan pencucian uang untuk menghilangkan jejak. Pada penerapannya, pencucian uang tersebut dilakukan pada pihak-pihak terdekat yang awam akan hukum. Jika hal ini terjadi pada Anda, biar pun yang korupsi adalah teman atau saudara, Anda juga akan dibawa dan diproses untuk dimintai keterangan.
Pelaku korupsi umumnya melakukan pencucian uang untuk menghilangkan jejak. Pada penerapannya, pencucian uang tersebut dilakukan pada pihak-pihak terdekat yang awam akan hukum. Jika hal ini terjadi pada Anda, biar pun yang korupsi adalah teman atau saudara, Anda juga akan dibawa dan diproses untuk dimintai keterangan.
Pihak berwajib umumnya akan memproses orang yang terkait dengan korupsi dan pencucian uang. Jadi, jika tak ingin ditahan karena dua hal tadi, baiknya hindari orang-orang yang terlibat dengan tindak korupsi.
Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Hari Anti Korupsi Internasional yang diselenggarakan KPK dan Blogger Bertuah Pekanbaru.





















